Tuesday, May 13, 2008

Obama Membuat Sejarah?

Obama memang luar biasa. Banyak orang tersihir dengan retorikanya. Sangat memukau. Politisi muda yang pernah beberapa tahun menghabiskan masa kecilnya di Jakarta ini luar biasa. Padahal dia adalah orang kulit hitam. Tidak hitam-hitam amat, sebab ibunya orang kulit putih. Namun dalam realitas sosial orang Amerika ia dianggap orang kulit hitam. Dan dalam sejarah Amerika belum pernah ada orang kulit hitam, jangankan jadi presiden, jadi menteri pun mungkin baru beberapa orang saja. Namun memang sejarah harus dibuat. Dan dalam beberapa bulan ke depan Obama mungkin membuat sejarah.

Tak usah jauh2 mencari penggemar Obama. Istri saya berharap betul Obama menang melawan Hillary Clinton, mantan ibu negara dan politisi kawakan, pengalamannya 40 tahun. Itu pula yang senantiasa diucapkan dalam pidato-pidatonya, bahwa ia pernah ini, pernah itu. Sementara Obama, baru lima tahun jadi sanator. Meski miskin pengalaman, banyak orang percaya bahwa Obama mampu menjadi pemimpin Amerika yang handal. Setelah dua periode dipimpin Presiden Bush, orang Amerika menginginkan betul agar presiden terpilih nanti membawa perubahan. Mereka muak dengan kebijakan Bush yang sok jago, petantang-petenteng, sementara ekonomi Amerika morat-marit.

Obama muncul membangkitkan kembali mimpi orang Amerika yang nyaris terenggut. Memang mimpi tidak boleh terenggut. Apalagi kalo mimpinya indah. Dalam hidup orang harus punya mimpi. Mimpi menjadi orang besar, mimpi menjadi orang kaya. Dan mimpi orang Amerika adalah mereka ingin menjadi bangsa besar, maju, berkuasa. Bush nyaris merenggut mimpi indah ini.

Dalam kampanye-kampanyenya, Obama meneriakkan perubahan. Tema inilah yang banyak menarik perhatian kaum muda Amerika. Sementara bagi kaum tua, Clinton masih menarik. Karena itu kelompok besar pendukungnya berumur 50 ke atas. Dan dalam primari di West Virginia, Clinton menang telak. Tapi kita pun harus tahu, demografi macam apa di negara bagian tersebut. 95 persen kulit putih, memiliki wilayah perkotaan yang kecil, dan termasuk negara bagian yang termiskin. Tambahan pula, negara ini memiliki sejarah yang relatif berbeda dengan negara-negara bagian yang di sebelah utara. Bukankah negara ini yang mengompori selatan untuk melawan utara? Konon demokrat tidak pernah menang di sana melawan republik.

Di West Virginia Obama kalah. Tapi ia masih unggul jauh di atas Clinton. Masih ada 4 negara yang belum menyelesaikan primary. Di beberapa negara, Obama tampaknya akan menang. Dan itu artinya ia semakin dekat untuk mengukit sejarah. Mungkin saja, dalam beberapa bulan ke depan, Obama benar-benar membuat sejarah. Paling tidak dia benar-benar menjadi unggulan partai demokrat.

Jadi presiden? Nanti dulu. Ia harus bertarung dengan McCain, calon dari partai republik. Kedua orang ini hampir kebalikan satu sama lain. Obama muda, McCain tua. Obama pintar ngomong, McCain ngomongnya membosankan. Ujian yang sebenarnya tengah menanti Obama. Ia membuat sejarah baru? Kita lihat saja.

No comments:

Post a Comment