Malam ini saya tidak bisa tidur. Banyak hal yang melintas-lintas dalam pikiran saya. Paper yang belum selesai, urusan di rumah. Wah, pokoknya pusing. Lalu saya coba buka komputer dan membuat blog. Sudah lama sebenarnya saya ingin membuat blog sehingga saya bisa menulis apa saja. Mulai dari unek2 sampai masalah-masalah yang njlimet dan filosofis. Malam jum'at, waktu yang baik untuk memulai sesuatu. Banyak orang menganggap malam ini adalah saat terbaik untuk bercinta, membuat anak dan "membunuh" orang yahudi. Tapi malam ini saya benar2 ingin menulis, menulis sesuatu sehingga pikiran agak sedikit ringan.
Yah, hari ini cukup melelahkan. Kamis hari yang melelahkan. Ada dua kelas yang harus diikuti. Kelasnya Lindholm dan kelasnya Weller. Lindholm mengajar metode fieldwork, bagaimana seorang antropolog seharusnya melakukan fieldwork. Banyak metode dan teorinya. Tapi pada intinya adalah bagaimana seorang antropolog belajar mendengarkan ketika orang lain bicara, dan setelah itu, berdasarkan pembicaraan itu, ia mengajukan pertanyaan. Kelas Lindholm bagi saya selalu menarik. Bukan karena materinya yang menarik, tapi caranya mengajar. Menarik sekali. Dia bisa menerangkan dengan jernih bagaimana seharusnya wawancara dilakukan, bagaimana membuat janji, bagaimana bergaul dengan orang-orang yang kita teliti, bagaimana menghindari prejudice, bagaimana mempertahankan hubungan seimbang, antara seorang peneliti dan seorang yang intim. Wah, pusing saya. Tapi justru pada saat pusing tersebut saya merasa mempelajari sesuatu. Saya berencana mengambil mata kuliahnya lagi semester depan. Tampaknya saya bisa banyak belajar dari Lindholm.
Kelasnya Weller membahas tentang teori-teori antropologi. Buku yang dibahas adalah "Friction" karya Ann Tsing. Tentang koneksi global dan bagaimana koneksi tersebut berhubungan dengan eksploitasi hutan di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan. Bukunya tidak begitu menarik. Ada kesan argumen yang dikembangkan Tsing meloncat kesana kemari, tidak konsisten dengan teori yang ia coba kembangkan. Tapi itu kesan sementara. Saya harus membaca buku itu lagi sebelum membuat penilaian yang objektif. Tentang Weller? Well, terus terang cara ia mengajar tidak begitu menarik. Agak confusing, dan di sana sini, ia menyelingi pernyataan-pernyataan personalnya tentang si pengarang. Selalu begitu. "Well, I don't buy that." "I think she is a bit annoying." Saya yang duduk agak mengantuk menyergah di dalam hati. "Well, I don't buy that either."
Friday, April 25, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment