Monday, April 28, 2008

Belajar dari Jepang




Gambar di bawah adalah salah satu sudut kota Osaka. Bersih ya? Orang Jepang suka bersih-bersih. Lihat saja air sungai itu. Lebih bersih dari sungai Ciliwung. (Tentu saja). Meski perbandingan ini masuk akal, karena sama2 sungai, tapi tidak terbandingkan sebenarnya, karena perbedaan yang begitu jauh antara keduanya.

Dan gambar di atas adalah murid-murid SD yang tengah belajar musik. Begitu sederhana sederhana sebenarnya pendidikan di Jepang. Anak2 diajar musik, seni, dan kaligrafi tradisional Jepang. Hasilnya luar biasa. Orang Jepang tidak pernah meninggalkan identitasnya.

Kita kadang2 latah. Tidak punya pendirian. Pendidikan menjadi ajang bongkar-pasang. Akibatnya yang menjadi korban adalah anak murid. Guru menjadi bingung, karena kurikulum seringkali berubah.

Kita bisa belajar banyak dari Jepang, tidak hanya bagaimana mengelola alam dan menyelenggarakan pendidikan. Kita juga bisa belajar hal-hal lainnya. Bagi bangsa Asia pada umumnya, termasuk Indonesia, bangsa Jepang adalah salah satu bukti bahwa menjadi modern tidak berarti meninggalkan identitas.

Kita seringkali mencampuradukkan pengertian "to be modern" dan "to be western".

No comments:

Post a Comment